Berita

Badan Penanggulangan Bencana Kab. Musi Rawas

Musi Rawas-Kupang - Bupati Musi Rawas, Sumatera Selatan, H. Hendra Gunawan menerima penghargaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupa Satyalancana Pembangunan (SP) bidang Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Penghargaan ini diserahkan Presiden pada puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXIII yang digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, Istri Bupati Musi Rawas, Hj. Noviar Hendra Gunawanpada acara Harganas itu juga menerima penghargaan Manggala Karya Kecana yang diserahkan Ibu Erni Kumolo saat gala diner Harganas.

Kabupaten Musi Rawas atau Musirawas adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Selatan, Indonesia, dengan jumlah penduduknya pada tahun 2010 adalah 525.508 jiwa. Luasnya adalah 12.185,43 km² dan kepadatan penduduknya adalah 43,12 jiwa/km².

Kabupaten ini dibagi kepada 14 kecamatan (pasca pemekaran Kabupaten Musi Rawas Utara). Ibukotanya saat ini berada di Muara Beliti, namun sebelum tahun 2004, ibukotanya berada di Kota Lubuklinggau.

14 kecamatan di Musi Rawas yakni Suku Tengah Lakitan Ulu Terawas, Bulang Tengah Suku Ulu Jayaloka, Megang Sakti, Muara Beliti, Muara Kelingi, Muara Lakitan, Purwodadi, Selangit, Sukakarya, Sumber Harta, Tugumulyo, Tiang Pumpung Kepungut dan Tuah Negeri.

"Kami merasa bersyukur, pemerintah dan seluruh rakyat Musi Rawas bersyukur dan berterima kasih atas penghargaan ini," kata Bupati Hendra Gunawan.

Musi Rawas, menurut Hendra, adalah salah kabupaten tertinggal di Sumatera Selatan, namun berkat gotong royong, kerjasama dan rasa persatuan dan kesatuan, maka Musi Rawas diberi penghargaan oleh pemerintah pusat. "Ini prestasi yang sangat membanggakan, dan semua ini untuk rakyat Musi Rawas yang masih dikategorikan sebagai daerah tertinggal," katanya.

Dengan adanya penghargaan ini, kata Hendra, akan semakin termotivasi pemerintah dan rakyat Musi Rawas, karena penghargaan yang diberikan menjadi tanggungjawab Musi Rawas terutama di bidang Keluarga Berencana.

Di Musi Rawas, ujar Hendra, Musi Rawas merupakan daerah pertama yang miliki kampung KB di Sumatera Selatan. Apalagi sektor KB yang tertinggi di Musi Rawas adalah laki- laki. "Banyak laki- laki yang ikut KB, dibanding perempuan untuk sukseskan program KB nasional," katanya.

Kedepan Pemerintah, kata Bupati yang baru menjabat selama enam bulan ini, Musi Rawas akan terus mensosialisasikan agar dua anak cukup. Walaupun hanya dua, namun miliki anak-anak yang berkualitas.

Selain program KB, Musi Rawas juga telah meluncurkan beberapa program yang menjadi visi- misi Bupati Musi Rawas yakni "Musi Rawas sempurna" yang difokuskan pada peningkatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan. "Masih banyak yang harus dikerjakan untuk melepas status kabupaten tertinggal," tegasnya.

Visi dari Pemerintah Kabupaten Musi Rawas yakni “MURA SEMPURNA 2021 Sejahtera, Mandiri, Produktif, Unggul, Religius, Nyaman, dan Aman”.

Misi, Memperbaiki kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur, menumbuhkembangkan sistem dan usaha agribsnis dan agroindustri komoditi unggulan, mengembangkan usaha ekonomi produktif masyarakat non petani, meningkatkan kemandirian dan keberdayaan masyarakat dalam pembangunan daerah dan pengelolaan sumberdaya alam yang ramah lingkungan.

Meningkatkan tata kelola Pemerintahan yang bersih, berwibawa dan pelayanan prima, memantapkan pembangunan masyarakat yang religius menuju MURA Darussalam, memastikan kondisi Kabupaten MURA yang lebih aman dan nyaman untuk berinvestasi, menarik, dan berkesan untuk dikunjungi.

Musi Rawas punya sektor primadona di bidang perkebunan yakni perkebunan karet, namun harga karet yang merosot beberapa tahun terakhir ini sangat bepengaruh pada ekonomi rakyat. "Harga karet menurun, sehingga berdampak sangat besar bagi rakyat Musi Rawas," katanya.

Potensi unggulan di sektor pertanian, dalam arti luas, pertambangan dan energi. Kondisi perkebunan karet, harga menurun, sehingga berikan dampak yang besar bagi rakyat Musi Rawas. Karet jadi primadona.

Sementara isi Hj Noviar hendra Gunawan menyatakan bangga dan bahagia atas penghargaan Manggala Karya Kecana. Dengan penghargaan ini, maka kedepan, PKK Musi Rawas akan lebih tambah giat lagi bekerja, terutama di kampung KB yang berada di daerah yang sangat tertinggal. "Pastinya bangga dan menjadi motivasi bagi kami untuk terus sosialisasikan program KB," ujarnya.

Dia mengatakan pihaknya akan terus mensosisialisasikan agar tidak menikah usia dini, sehingga target pencapaian KB di Musi Rawas bisa lebih tinggi. "Kerjasama dengan kementrian agama agar tidak layani pernikahan dini," tegasnya.
=======

Presiden Jokowi Beri Penghargaan kepada 15 Kepala Daerah

TEMPO, Kupang - Presiden Republik Indonesia Joko widodo memberi penghargaan tanda kehormatan Satya Lencana Pembangunan kepada 15 kepala daerah pada puncak perayaan peringatan Hari Keluarga Nasional XXIII di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Sabtu, 30 Juli 2016.

Penghargaan ini diberikan kepada kepala daerah atas jasa-jasanya terhadap negara dan masyarakat dalam pembangunan negara pada umumnya dan pada khususnya pembangunan kependudukan.

Kepada para penerima tanda kehormatan dan penghargaan ini, Presiden memberikan amanah untuk terus meningkatkan pengabdian kepada negara guna menyukseskan program kependudukan dan pembangunan keluarga.

"Tingkatkan terus pengabdian, semangat, serta prestasi dalam menyukseskan program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga," kata Jokowi.

Tampak hadir dalam acara ini, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Farouk Muhammad, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala BKKBN Surya Chandra Surapaty, dan Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya.

Kepala daerah yang menerima tanda kehormatan Satya Lancana Pembangunan itu adalah Gubernur Maluku, Bupati Bandung Provinsi Jawa Barat, Bupati Musiwaras, Provinsi Sumatera Selatan, dan Bupati Maros Sulawesi Selatan.

Juga ada Bupati Bantaeng Sulawesi Selatan, Bupati Batang Provinsi Jawa Tengah, Bupati Semarang Provinsi Jawa Tengah, Bupati Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara, serta Bupati Aceh Tengah Provinsi Aceh.

Lalu ada Bupati Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Wali Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara, Wali Kota Ternate Provinsi Maluku Utara, Wali Kota Serang Provinsi Banten, Wali Kota Magelang Provinsi Jawa Tengah, dan Wali Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. (Humas)